221-240 Squat
| Jika kamu melakukan 221 - 240 squat dalam tes | |||
| Hari 1 60 detik (atau lebih) antar set |
Hari 4 60 detik (atau lebih) antar set |
||
| set 1 | 50 | set 1 | 52 |
| set 2 | 40 | set 2 | 52 |
| set 3 | 42 | set 3 | 44 |
| set 4 | 42 | set 4 | 44 |
| set 5 | 42 | set 5 | 44 |
| set 6 | 42 | set 6 | 42 |
| set 7 | maks (minimum 44) | set 7 | maks (minimum 52) |
| Istirahat minimum 1 hari | Istirahat minimum 1 hari | ||
| Hari 2 60 detik (atau lebih) antar set |
Hari 5 60 detik (atau lebih) antar set |
||
| set 1 | 50 | set 1 | 44 |
| set 2 | 50 | set 2 | 44 |
| set 3 | 42 | set 3 | 52 |
| set 4 | 42 | set 4 | 52 |
| set 5 | 42 | set 5 | 50 |
| set 6 | 42 | set 6 | 50 |
| set 7 | maks (minimum 44) | set 7 | maks (minimum 54) |
| Istirahat minimum 1 hari | Istirahat minimum 1 hari | ||
| Hari 3 60 detik (atau lebih) antar set |
Hari 6 60 detik (atau lebih) antar set |
||
| set 1 | 50 | set 1 | 44 |
| set 2 | 50 | set 2 | 44 |
| set 3 | 42 | set 3 | 52 |
| set 4 | 42 | set 4 | 52 |
| set 5 | 42 | set 5 | 50 |
| set 6 | 42 | set 6 | 50 |
| set 7 | maks (minimum 50) | set 7 | maks (minimum 56) |
| Istirahat minimum 2 hari | Istirahat minimum 2 hari | ||
Squat di Setiap Usia
Salah satu alasan squat tetap bertahan adalah karena ia bisa menyesuaikan skala. Pada intinya, ini adalah gerakan duduk lalu berdiri kembali — sesuatu yang dilakukan balita puluhan kali sehari dan sesuatu yang ingin tetap dilakukan sendiri tanpa bantuan oleh orang berusia delapan puluh tahun. Latihan ini tidak banyak berubah sepanjang hidup; yang berubah adalah seberapa besar beban yang kamu berikan dan alasannya.
Bagi anak-anak dan remaja, intinya bukan angka kekuatan. Intinya adalah belajar bergerak dengan baik dan menikmati aktivitas. Squat yang dilakukan dengan berat badan sendiri dan postur yang wajar mengajarkan keseimbangan, koordinasi, dan kontrol, dan ia melakukannya dalam pola yang akan mereka gunakan selamanya. Menjadikannya permainan atau tantangan cenderung jauh lebih berhasil daripada memperlakukannya sebagai beban, dan menjaga fokus pada postur ketimbang jumlah repetisi membuatnya tetap masuk akal untuk tubuh yang sedang tumbuh.
Masa dewasa muda adalah saat squat bisa didorong paling keras. Tubuh merespons latihan dengan baik pada tahun-tahun ini, dan inilah waktu alami untuk menambah beban — goblet squat, latihan barbel, variasi satu kaki yang lebih sulit — serta membangun tubuh bagian bawah dan batang tubuh yang kuat yang berguna dalam olahraga maupun kehidupan sehari-hari. Ini juga waktu terbaik untuk memantapkan teknik yang baik, karena kebiasaan yang dibentuk sekarang cenderung bertahan lama.
Menjelang usia paruh baya, prioritas bergeser dari membangun menjadi mempertahankan. Kekuatan otot dan mobilitas butuh usaha yang lebih disengaja untuk dipertahankan dibanding saat usia dua puluh lima, dan squat rutin adalah cara yang sederhana dan efisien untuk terus melatihnya. Banyak orang pada tahap ini condong ke variasi yang menekankan kontrol, rentang gerak, dan kestabilan ketimbang mengejar bar yang lebih berat — sebuah pertukaran yang benar-benar baik.
Pada usia lanjut, tujuannya biasanya yang paling praktis dari semuanya: tetap lincah, stabil, dan mandiri. Bangkit dari kursi, menaiki tangga, dan menyeimbangkan diri setelah tersandung semuanya adalah gerakan yang mirip squat, jadi melatih pola ini membuat kehidupan sehari-hari lebih mudah. Gerakan ini mudah disesuaikan — squat dengan kursi, berpegangan pada penyangga untuk keseimbangan, atau rentang yang lebih dangkal — dan di sini, repetisi yang tenang dan terkontrol dengan postur yang bersih jauh lebih penting daripada kedalaman atau beban.
Kehamilan adalah kasus tersendiri. Banyak orang tetap aktif selama masa itu dengan penyesuaian yang bijak, dan squat kadang menjadi bagian dari itu, tetapi inilah persis situasi di mana sebaiknya berkonsultasi dulu dengan tenaga kesehatan, karena apa yang tepat bergantung pada tiap individu dan bagaimana kehamilannya berjalan.
Benang merahnya sederhana: squat menemui kamu di titik mana pun kamu berada. Yang penting adalah menyesuaikan beban, rentang, dan tempo dengan tubuh serta tujuanmu pada tahap tertentu itu — bukan melakukan latihan yang sama di usia tujuh puluh seperti yang kamu lakukan di usia dua puluh.